BPOM Siapkan Integrasi Sistem Single Sign-On Berbasis Peruri ID

03-06-2025 Umum Dilihat 2112 kali

Jakarta, 3 Juni 2025 — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah mempersiapkan integrasi sistem Single Sign-On (SSO) guna menyatukan akses pengguna ke berbagai aplikasi internal dalam hal ini Pusdatin obat dan makanan yang berperan dalam Tata Kelola TIK. Sistem ini akan menggunakan layanan identitas digital dari Peruri ID sebagai bagian dari strategi transformasi digital dan peningkatan keamanan siber.

Langkah ini bertujuan menyederhanakan proses login pengguna, memperkuat lapisan keamanan autentikasi, serta meningkatkan efisiensi dan kenyamanan penggunaan sistem di lingkungan kerja BPOM.

Uji Coba pada Dua Aplikasi Internal

Sebagai tahap awal, BPOM akan melakukan uji coba integrasi SSO pada dua aplikasi internal. Uji coba ini akan menjadi fondasi untuk pengembangan sistem serupa di aplikasi-aplikasi lainnya yang digunakan secara luas dalam operasional BPOM.

Peruri sebagai mitra penyedia layanan identitas akan mendukung dari sisi teknis, termasuk penyediaan dokumentasi dan endpoint sistem. Sementara itu, tim teknis dari BPOM akan menyiapkan integrasi dari sisi aplikasi serta melakukan evaluasi kesiapan implementasi.

Penerapan Protokol Keamanan Terkini

Dalam integrasi ini, sistem autentikasi akan mengadopsi protokol modern berbasis OAuth 2.0 dengan tambahan mekanisme keamanan PKCE. Protokol ini dinilai mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap akses yang tidak sah dan menjaga integritas proses autentikasi.

Rencana pengembangan juga mencakup fitur monitoring dan pengelolaan peran pengguna untuk memastikan kontrol akses berjalan secara transparan dan akuntabel.

Langkah Selanjutnya

BPOM dan Peruri akan terus melakukan koordinasi teknis dalam rangka menyelesaikan tahap uji coba ini. Jika berhasil, model integrasi ini akan menjadi rujukan utama dalam penerapan sistem autentikasi tunggal untuk seluruh ekosistem aplikasi internal BPOM.

Dengan kolaborasi yang erat dan penerapan standar keamanan digital, BPOM berharap sistem ini akan mendukung produktivitas kerja yang lebih efisien dan aman.

Kembali ke halaman berita
Sarana