Sosialisasi Penyampaian Rekomendasi Statistik untuk Usulan Kegiatan Statistik Tahun 2025

07-08-2024 Data Dilihat 3471 kali

Jakarta, 7 Agustus 2024 - Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penyampaian Rekomendasi Statistik untuk Usulan Kegiatan Statistik Tahun 2025 di Hotel Lumire, Jakarta Pusat. Acara ini dibuka oleh Arlinda Wibiayu, yang menekankan pentingnya pemahaman dan kolaborasi dalam pengelolaan data statistik di BPOM. Arlinda menyampaikan bahwa Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) sebagai wali data harus terus belajar dan mengajak seluruh unit kerja BPOM untuk memahami pentingnya data statistik. Meskipun ada direktorat khusus yang menangani pembinaan data statistik di BPOM, kolaborasi dengan Direktorat Diseminasi dan Metodologi telah berjalan sejak 2022. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai rekomendasi statistik dan sebagai persiapan untuk evaluasi tahun 2025.

 

Pada evaluasi tahun 2022, BPOM mendapatkan predikat baik dengan nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) 3,04. Evaluasi tersebut mendorong BPOM untuk terus meningkatkan kualitas data yang dihasilkan. Selain itu,  Arlinda juga membahas surat edaran tiga kementerian terkait clearance pengumpulan data yang akan dimulai oleh Bappenas pada tahun 2025. Beliau meminta bantuan tim Koordinasi Satu Data untuk mengidentifikasi kegiatan pengumpulan data yang akan dilakukan pada tahun 2024 sebagai persiapan untuk tahun 2025.  Arlinda menekankan pentingnya sinergi antar kementerian dalam pengumpulan data dan pentingnya setiap unit kerja memahami serta menyiapkan kebutuhan terkait rekomendasi statistik.

 

Moderator Ana Perwita Sari memandu sesi paparan oleh narasumber dan memperkenalkan narasumber  Arlinda Wibiayu dari  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Restu Hapsari dari Badan Pusat Statistik (BPS). Sesi dimulai dengan pemaparan dari  Arlinda, yang menjelaskan peran BPOM sebagai lembaga pemerintah non-kementerian yang menangani berbagai jenis data dari pengawasan hingga penindakan. Beliau juga membahas tentang kegiatan statistik sektoral BPOM yang berkoordinasi dengan BPS serta pentingnya mendapatkan rekomendasi statistik dari BPS untuk meningkatkan kualitas data. Restu Hapsari dari BPS kemudian menjelaskan tentang kolaborasi antara BPS dan BPOM, serta pentingnya menyusun kebijakan dan perencanaan yang jelas dalam kegiatan statistik. Beliau juga menekankan pentingnya evaluasi dan perbaikan data secara terus menerus. Restu Hapsari memberikan panduan lengkap tentang proses pengajuan kegiatan statistik di BPS melalui aplikasi Romantik dan Indah. Beliau menjelaskan bahwa pengajuan harus dilakukan sebelum kegiatan statistik dimulai dan pentingnya melampirkan berkas pendukung yang lengkap. Selain itu, beliau juga membahas fitur dan manfaat aplikasi Romantik bagi BPOM dan BPS, yang mencakup kemudahan dalam pengajuan dan pemantauan proses rekomendasi statistik.

 

Ana Perwita Sari menutup sesi dengan menekankan bahwa BPOM telah menghasilkan data yang besar dan beragam serta berpartisipasi dalam penilaian evaluasi penyelenggaraan statistik sektoral. Rekomendasi data statistik dari BPS memiliki pengaruh signifikan dalam penilaian evaluasi BPOM. Arlinda mengajak semua peserta untuk mendengarkan dan memahami rekomendasi kegiatan statistik dari BPS serta pentingnya koordinasi dan persiapan yang baik untuk memastikan kualitas data BPOM sesuai dengan standar yang ditetapkan.

 

Setelah sesi paparan oleh narasumber, kegiatan di lanjut dengan membahas kegiatan statistik di unit untuk mendata kegiatan apa yang bisa di masukkan ke Romantik.

 

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kualitas data statistik di BPOM, serta memastikan persiapan yang matang untuk evaluasi tahun 2025.

Kembali ke halaman berita
Sarana