Pusdatin Gelar Koordinasi Tim CSIRT 2025: Dorong Penguatan Keamanan Aplikasi dan Respon Ancaman Siber
14-05-2025 Umum Dilihat 2351 kali
Jakarta, 14 Mei 2025 – Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengadakan rapat koordinasi Tim CSIRT (Cyber Security Incident Response Team) BPOM Tahun 2025 yang berlangsung hybrid di Gedung Batik lantai 6 dan secara daring. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Unit Kerja Pusat, Balai Besar/Balai POM, serta Loka POM di seluruh Indonesia.
Acara dibuka oleh Kepala Pusdatin, Abdurrochman Indrajaya Sukma, yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengidentifikasi dan menanggulangi celah keamanan dalam sistem informasi BPOM. Kepala Pusdatin menyampaikan bahwa celah keamanan sering terjadi bukan di sistem yang kuat, tetapi pada titik-titik terlemah, seperti faktor manusia dan prosedur operasional yang belum optimal.
Ketua Tim Keamanan TIK dan Persandian, Arlinda Wibiayu, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan koordinasi pertama CSIRT BPOM tahun ini, dan memaparkan terkait peran Tim CSIRT dalam memberikan peringatan dini, penanggulangan dan pemulihan insiden, serta edukasi keamanan. Selain itu, peserta diperkenalkan pada penggunaan alat keamanan seperti Snyk untuk mendeteksi kerentanan pada skrip aplikasi.
Ketua Tim Sistem Informasi dan Interkoneksi, Firmadi Biastiko, memaparkan terkait Web Secure Coding yang didalamnya dijelaskan ancaman siber yang kerap terjadi, seperti SQL Injection, Cross-Site Scripting (XSS), Session Hijacking, CSRF, dan insecure deserialization. Ketua Tim Sistem Informasi dan Interkoneksi menegaskan pentingnya prinsip keamanan perangkat lunak seperti least privilege, defense in depth, secure by design, serta manajemen patch dan validasi input.
Komitmen kuat untuk terus memperkuat sistem keamanan informasi di lingkungan BPOM ditegaskan melalui sinergi berkelanjutan bersama Tim CSIRT BPOM, sebagai upaya menghadirkan sistem yang andal, tangguh, dan responsif terhadap potensi ancaman siber.