FGD Penerapan AI dalam Mendukung Pengawasan Obat dan Makanan
30-11-2023 Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan Dilihat 2782 kali
Depok – Pada Selasa, 28 November 2023 di Hotel Savero, Depok, Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penerapan Artificial Intelligence Dalam Mendukung Pengawasan Obat dan Makanan. Tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk memberikan gambaran yang jelas tentang penerapan AI yang dapat diadopsi untuk pengawasan Obat dan Makanan di Badan POM.
Di awal pertemuan Sekretaris Utama Badan POM, Dra. Rita Mahyona, Apt, M.Si, memberikan arahan agar penerapan AI dapat meningkatkan pengawasan Obat dan Makanan yang lebih baik. Setelah itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan, A. Indra Jaya Sukma, S.Kom, M.Kom juga memberikan pengantar bahwa Pusdatin sedang mempersiapkan diri untuk mengawal penerapan AI di Badan POM. Pusdatin sedang mempelajari perkembangan teknologi AI, menyusun rencana anggaran pengembangan AI, dan mempersiapkan kebutuhan peningkatan kompetensi SDM yang dapat mengawal penerapan AI.
Pertemuan tersebut mengundang narasumber dari berbagai bidang. Narasumber pertama Rizal Purwanto, Manager IT Planning, Relation, Governance & Security, PT. Pertamina Hulu Indonesia yang memberikan pengantar tentang PT Pertamina Hulu Indonesia
Regional 3 Kalimantan. Setelah itu, Galih Satriaji, Analyst Data Modeling & Integration, PT. Pertamina Hulu Indonesia yang memberikan materi tentang Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML) di Industri Hulu Migas. Narasumber selanjutnya Dr. Muhammad Rifki Shihab, B.BA, M.Sc, Lektor, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia, yang memberikan materi tentang Peranan Kecerdasan Buatan dalam Pengawasan Obat dan Makanan.
Pada sesi siang, Lektor Kepala Universitas Islam Indonesia, Hendrik, ST., M.Eng memberikan materi tentang Leveraging AI Tools for Government Agency. Setelah itu, Direktur Center of Artificial Intelligence for Learning and Optimization, Telkom University, Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc., memberikan materi tentang Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Mendukung Pengawasan Obat dan Makanan.
Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari pertemuan Focus Group Discussion (FGD) Penerapan Artificial Intelligence Dalam Mendukung Pengawasan Obat dan Makanan adalah:
- Implementasi AI di Badan POM sebaiknya dilakukan mulai dari bisnis proses yang sederhana baru kemudian dapat diimplementasikan ke bisnis proses yang lebih kompleks.
- Data yang valid dan jumlah data yang semakin banyak adalah hal yang sangat mempengaruhi pengembangan AI. Oleh karena itu, maka setiap unit teknis sebaiknya memastikan data yang ada saat ini telah dikelola dengan baik dan telah dipastikan kevalid-annya.
- Potensi (kelebihan) dari sistem AI yaitu teknologinya memiliki kemampuan belajar, mampu menganalisis data berskala besar dan teknologinya mampu memahami representasi data dalam hierarki. Akan tetapi, AI memiliki limitasi (keterbatasan) yaitu pengolahan datanya dapat menyebabkan diskriminasi SARA, gender, kurang transparan, kurang mampu menjelaskan, rentan terhadap serangan (adversarial) manipulasi hasil algoritma, bergantung pada validitas dan jumlah data yang dilatihkan. Adanya keterbatasan pada sistem AI maka masih dalam pengambilan keputusan masih diperlukan analisis manusia.
- Sistem AI dapat dibeli jadi maupun dikembangkan secara mandiri. Pengembangan AI yang dilakukan mandiri oleh Badan POM dinilai lebih baik karena meminimalisir biaya pengelolaan karena pengelolaan dapat dilakukan secara internal. Selain itu, dengan pengembangan mandiri, proses pengelolaan tidak bergantung kepada vendor.
- Pembangunan AI membutuhkan dana untuk pengembangan sistem, infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM). Dana yang dibutuhkan bergantung pada seberapa besar sistem yang akan dibangun, semakin besar sistem yang dibangun dan semakin besar datanya maka akan butuh biaya pengelolaan yang lebih besar.
- Pengembangan SDM diperlukan terutama dalam hal pembelajaran tentang automatic machine learning. Pada pembelajaran automatic machine learning perlu ada pendampingan dari konsultan untuk training dalam membangun model-model AI.
Hasil pertemuan ini telah membuka wawasan tentang Artificial Intelligence kepada seluruh peserta FGD. Harapannya pegawai Pusdatin maupun pegawai dari unit teknis Badan POM dapat lebih memahami konsep awal penerapan Artificial Intelligence sehingga kedepannya penerapan Artificial Intelligence dapat diimplementasikan untuk mencapai tujuan pengawasan Obat dan Makanan yang lebih komprehensif.