Budaya Data di BPOM, Menguatkan Fungsi Tim Koordinasi BPOM Command Center
28-02-2024 Umum Dilihat 4489 kali
Bekasi, 21 Februari 2024
Bapak Indra Jaya Sukma, Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), mengungkapkan aspirasinya untuk meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan melalui pemanfaatan data dan informasi yang lebih optimal. Dalam kegiatan ini, beliau menekankan pentingnya memperkuat pemanfaatan data di lingkungan BPOM.
Kegiatan tersebut mengundang Bapak Deny Agung Pribadi, Chief Digital Transformation Officer pada Central Transformation Office, Kementerian Keuangan, sebagai narasumber utama yang membahas topik Budaya Data di Kementerian Keuangan dan bagaimana hal tersebut dapat mendukung pengawasan obat dan makanan. Beliau menyoroti urgensi analisis data sebagai landasan utama dalam pengambilan keputusan, sejalan dengan pesan Menteri Keuangan yang menegaskan pentingnya pemanfaatan data analitik dalam mewujudkan budaya organisasi berbasis data di Kemenkeu.
Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan menjelaskan bahwa Indonesia masih memiliki kekurangan seiring dengan negara maju dalam pemanfaatan data. Dalam konteks pengawasan obat dan makanan, Pak Deny Agung Pribadi menekankan bahwa literasi data yang baik di kalangan pegawai sangat penting untuk meningkatkan keakuratan pengawasan dan respons terhadap perubahan kondisi pasar.
Bapak Deny Agung Pribadi merumuskan enam strategi pelaksanaan budaya data di Kementerian Keuangan, yang mencakup pembangunan budaya data secara menyeluruh, peningkatan talenta di bidang data analitik, transformasi digital berbasis data, serta peningkatan kualitas kebijakan dan implementasinya secara holistik.
Kementerian Keuangan juga menekankan peran organisasi dalam mendukung pengawasan obat dan makanan, dengan peningkatan SDM, proyek analitik data, pemanfaatan Sistem Layanan Data Keuangan (SLDK) 2.0, penggunaan tools data analitik, tata kelola data, dan kepemimpinan digital.
Dalam upaya ini, BPOM memahami bahwa data yang bersumber dari unit kerja memiliki keterkaitan erat dengan proses bisnis di Unit Kerja. Sebagai respons, BPOM membentuk Tim Koordinasi BPOM Command Center untuk memastikan informasi yang ada di BPOM Command Center dapat secara optimal memenuhi kebutuhan unit kerja dan meningkatkan pengawasan obat dan makanan.
Dengan kolaborasi antara BPOM dan Kementerian Keuangan, diharapkan budaya data dapat diterapkan secara maksimal untuk meningkatkan pengawasan obat dan makanan, memberikan kepastian kepada masyarakat terkait produk yang dikonsumsi, serta memastikan keamanan dan kualitas pangan dan obat di Indonesia.