BPS Lakukan Penilaian Interviu Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral Badan POM

28-06-2024 Data Dilihat 3295 kali

Jakarta - Telah dilaksanakan Penilaian Interviu Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Badan POM pada hari Rabu (26/6/2024) oleh Tim Penilai Badan (TPB) dari Badan Pusat Statistik (BPS). Penilaian EPSS ini dibuka oleh Deputi Bidang Penindakan Rizkal, S.Sos., M.M secara daring dan dihadiri oleh Kepala Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan  A. Indra Jaya Sukma, S.Kom, M.Kom secara daring, Kepala Biro Sumber Daya Manusia BPOM Dr. Irwansyah, S.IP, M.Si, anggota Tim Penilai Badan (TPI) serta perwakilan unit produsen data secara luring. Acara ini dilaksanakan bertujuan untuk menggambarkan tingkat kematangan kualitas penyelenggaraan Satu Data Indonesia dan statistik sektoral di Badan POM yang direpresentasikan dalam bentuk nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS).

Deputi Bidang Penindakan Rizkal, S.Sos., M.M menjelaskan kegiatan EPSS Badan POM telah dimulai sejak tahun 2023 dan telah masuk ke dalam roadmap Reformasi Birokrasi (RB). Kegiatan statistik sektoral yang menjadi penilaian pada tahun 2024 adalah 2 kegiatan yang menjadi IKU Badan POM, yaitu kegiatan survei kesadaran masyarakat (awareness index) terhadap Obat dan Makanan yang aman dan bermutu dan kompilasi data Obat yang memenuhi syarat.

Penilaian ini diawali dengan pemaparan singkat 2 kegiatan yang menjadi penilaian EPSS Badan POM tahun 2024 yang disampaikan oleh perwakilan unit produsen data dan dilanjutkan dengan interviu. TPB memberikan ruang kepada Tim Badan POM untuk menjelaskan indikator yang dirasa perlu adanya pemantapan level. TPB menyampaikan bahwa kesimpulan akhir sementara dari penilaian EPSS saat ini Badan POM perlu menambahkan beberapa data dukung untuk mencapai level yang diharapkan pada beberapa indikator.

Diharapkan dengan telah dilaksanakannya kegiatan penilaian ini, nilai IPS Badan POM tahun 2024 dapat meningkat dari tahun sebelumnya dan TPB telah memahami gambaran kegiatan statistik di Badan POM secara lebih lengkap sehingga dapat memberikan masukan untuk kegiatan statistik sektoral Badan POM agar lebih baik.

Kembali ke halaman berita
Sarana