BPOM dan Peruri Bahas Integrasi Sistem dan Penguatan Infrastruktur Teknologi Digital
09-05-2025 Umum Dilihat 2145 kali
Jakarta, 9 Mei 2025 — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat transformasi digitalnya melalui kolaborasi strategis dengan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). Hal ini terlihat dalam rapat pembahasan teknis yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 7 Mei 2025, yang melibatkan sejumlah tim dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPOM dan Direktorat Digital Business Peruri.
Agenda utama rapat adalah pembahasan lanjutan kerja sama pengembangan aplikasi dan integrasi sistem Single Sign-On (SSO) berbasis OpenID Connect (OIDC). Salah satu fokus adalah pemadanan data identitas pengguna (NIK, NIP, email) antara sistem BPOM dan INAPAS, yang menjadi prasyarat untuk menciptakan ekosistem digital yang saling terintegrasi dan aman.
Peruri menawarkan layanan dukungan teknis untuk pengelolaan BigBox, termasuk kunjungan site visit ke BPOM sekali sebulan dan dukungan operasional remote mingguan. Selain itu, Peruri menyampaikan opsi penanganan bug fixing yang dapat dilakukan secara offline maupun remote jika terjadi kasus khusus.
Dalam hal keamanan aplikasi, Peruri telah menerapkan standar autentikasi modern seperti passwordless authentication dan telah memenuhi regulasi Perlindungan Data Pribadi (PDP). Rapat juga membahas kebutuhan whitelist IP untuk akses ke Pusat Data Nasional (PDN) BPOM dan pengaturan teknis lainnya seperti penyediaan URL API dan pemadanan identitas pengguna.
Pusdatin BPOM yang diwakili oleh Andri Haryo Saputro dan Diniarti Nayu Pratiwi akan menjadi penghubung administrasi dan koordinasi lintas sektor untuk mendukung percepatan proses Proof of Concept (POC) integrasi dalam waktu lima hari ke depan.
Diskusi juga menggarisbawahi perlunya efisiensi dalam skema dukungan teknis. Beberapa peserta menyarankan agar seluruh aktivitas dukungan dilakukan secara penuh remote, mengingat infrastruktur server sudah terpusat di PDN.
Sebagai tindak lanjut, Pusdatin merencanakan penggunaan jasa konsultansi untuk pengembangan sistem big data, dengan pembahasan kontrak lanjutan yang akan difinalisasi hingga Desember 2025.