BPOM Tegaskan Komitmen Dukung Kemandirian Bahan Baku Farmasi Nasional

09-05-2025 Umum Dilihat 2282 kali

Jakarta, 9 Mei 2025 — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung kemandirian industri bahan baku obat (BBO) di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam Rapat Tindak Lanjut Permohonan Data dan Wawancara dari peserta P4N LXVIII Tahun 2025 Lemhannas RI yang digelar pada Rabu (7/5) di Gedung Phinisi BPOM, Jakarta.

Dalam diskusi, BPOM menyoroti pentingnya percepatan hilirisasi industri farmasi nasional sebagai upaya strategis untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat, yang selama ini masih didominasi oleh pasokan dari Cina dan India. “Kami fokus pada hilirisasi, termasuk pendampingan industri untuk mendapatkan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB),” ungkap perwakilan Direktorat Pengawasan Produk ONPP.

Sejak 2018 hingga April 2025, sebanyak 18 industri farmasi BBO Kimia telah berhasil mendapatkan sertifikasi CPOB, menunjukkan progres positif meskipun terjadi stagnasi saat pandemi COVID-19. Selain itu, BPOM juga aktif melakukan sosialisasi dan diskusi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem pengembangan bahan baku lokal.

Tantangan dalam pengawasan industri bahan baku lokal tak luput dibahas. Salah satu kendala utama adalah rendahnya kesiapan teknologi dan SDM di industri dalam negeri. “Masih banyak yang belum sepenuhnya memenuhi standar CPOB dari aspek mutu, fasilitas hingga sistem pengawasan,” jelas peserta rapat.

BPOM juga menjelaskan peranannya dalam hilirisasi hasil riset obat bahan alam menjadi fitofarmaka. Dukungan tersebut meliputi simplifikasi regulasi uji praklinik dan klinik, keringanan biaya registrasi untuk UMKM, serta fasilitasi pendanaan bersama BRIN dan LPDP.

Terkait data dan kapasitas produksi, BPOM menegaskan bahwa industri diwajibkan melaporkan produksinya melalui sistem e-was.pom.go.id secara triwulanan, sebagaimana diatur dalam PerBPOM No. 14 Tahun 2023.

Meski prospek ekspor bahan baku farmasi lokal terbuka, tantangan kuantitas, kualitas, dan harga masih menjadi hambatan. “BPOM berkomitmen terus melakukan pengawasan dan pendampingan agar bahan baku lokal memenuhi standar internasional.” tutup perwakilan rapat.

Kembali ke halaman berita
Sarana