BPOM Kembangkan Otomasi Analisis Data Berbasis AI untuk Tingkatkan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan

02-07-2025 Data Dilihat 2185 kali

Jakarta, 02 Juli 2025 - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memulai langkah strategis dalam transformasi digital dengan mengembangkan sistem otomasi analisis data berbasis kecerdasan artifisial (AI). Proyek ini diresmikan melalui Kick-Off Meeting yang diselenggarakan secara hybrid di BPOM pada Rabu, 2 Juli 2025. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai direktorat pengawasan dan unit kerja terkait di lingkungan BPOM.

Proyek yang dijadwalkan berlangsung dari Juli hingga Desember 2025 ini bertujuan untuk menjawab tantangan dalam pengolahan data pengawasan yang masif. Tujuannya adalah agar dapat menghasilkan analisis berbasis bukti (evidence-based) secara cepat dan akurat.

Ketua Tim Arsitektur Data dan Kerja Sama Lintas Sektor, Anggia Saniagati, mengungkapkan bahwa pemilihan use case Data Analyst Agent didasarkan pada dua pertimbangan utama. Pertama, terinspirasi dari keberhasilan implementasi serupa di institusi lain. Kedua, karena potensi realisasinya yang dinilai paling cepat di antara opsi yang ada.

Anggia menegaskan bahwa keputusan strategis ini juga telah divalidasi melalui keberhasilan fase Proof of Concept (POC), yang hasilnya telah dipaparkan pada Maret 2025.

Aplikasi SIPT Menjadi Percontohan

Sebagai tahap percontohan, implementasi otomasi akan diterapkan pada salah satu sistem informasi pelaporan terpadu (SIPT) yang telah berjalan. Fokus awal adalah pada 2 modul paling krusial yang mendukung fungsi pengawasan.

Sistem Otomasi data ini direncanakan untuk dapat dioperasikan dalam waktu dekat, yang akan dilanjutkan dengan agenda evaluasi dan penyempurnaan secara berkala. Dalam prosesnya, salah satu tantangan utama yang diidentifikasi adalah menjaga kualitas data. Oleh karena itu, komitmen untuk memastikan konsistensi dan akurasi data menjadi fondasi penting untuk menjamin hasil analisis yang andal dan dapat dipertanggungjawabkan.

Harapan dan Rencana Tindak Lanjut

Dalam sesi diskusi, perwakilan dari unit pengawasan menyambut baik inisiatif ini. Muncul pertanyaan mengenai kemampuan AI untuk menjawab kebutuhan analisis spesifik, seperti mengidentifikasi tren temuan produk atau lokasi terbanyak, yang selama ini memakan banyak waktu jika dilakukan secara manual. Dijelaskan bahwa selama data tersebut tercatat di SIPT, AI dapat dilatih untuk menyediakan jawaban sesuai kriteria yang dibutuhkan.

Menutup pertemuan tersebut, Ketua Tim Arsitektur Data dan Kerja Sama Lintas Sektor, Anggia Saniagati, menyampaikan pesan kunci mengenai pentingnya komitmen bersama. Harapannya ada partisipasi aktif dari semua unit selama proses uji coba hingga implementasi penuh. "Hal ini agar sistem benar-benar dapat menjawab kebutuhan dan meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan," ungkap Anggia.

Kembali ke halaman berita
Sarana