BPOM dan UI Bahas Pemanfaatan AI untuk Percepatan Perizinan Obat dan Pangan

18-07-2025 Umum Dilihat 2167 kali

Depok, 18 Juli 2025 — Bertempat di Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Depok, Deputi I Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar pertemuan dengan Dekan Fakultas Farmasi UI untuk membahas penguatan kolaborasi dalam percepatan layanan publik, khususnya perizinan obat dan pangan melalui pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).

Dalam pertemuan tersebut, Deputi I menyampaikan pentingnya inovasi dalam proses registrasi obat, yang saat ini menghadapi tantangan besar: jumlah pendaftaran yang tinggi dan terbatasnya jumlah evaluator. "Kita ingin menyederhanakan proses, mempercepat evaluasi tanpa mengurangi mutu, keamanan, dan efikasi produk," ujar Deputi I.

Salah satu solusi yang tengah dikembangkan BPOM adalah integrasi sistem aplikasi registrasi dan pemanfaatan AI untuk membantu komparasi dokumen secara otomatis. Dengan begitu, beban kerja evaluator dapat dikurangi secara signifikan.

Dekan Fakultas Farmasi UI merespon positif dengan menawarkan sinergi melalui pengembangan tools pendukung evaluator, keterlibatan mahasiswa dalam tugas akhir, serta membuka peluang magang berdampak di BPOM. Ditekankan pula pentingnya kolaborasi lintas fakultas, seperti Fasilkom UI dan MIPA, dalam mengembangkan AI di bidang farmasi.

Saat ini, BPOM tengah melakukan uji coba pemanfaatan AI dalam evaluasi dokumen kosmetik, dan ke depan akan diperluas ke registrasi obat dan pangan. Kolaborasi dengan dunia akademik diharapkan dapat menghasilkan solusi jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk memperkuat kompetensi SDM dan merumuskan kebijakan berbasis teknologi.

“Langkah awal sudah dimulai, selanjutnya perlu pembahasan lebih detail terkait quick wins, mitigasi risiko, dan arah kebijakan jangka panjang,” tutup Deputi I.

Kembali ke halaman berita
Sarana